Sat. Nov 23rd, 2019

Berita Media Sosial Online Hari Ini – Obsviolence

Obsviolence.com adalah Rangkuman Semua Berita Media Sosial Online Hari Ini Terbaik di Dunia

Apa itu Crosshijaber dan Kaitannya dengan Perilaku Seks Menyimpang

3 min read
Apa itu Crosshijaber dan Kaitannya dengan Perilaku Seks Menyimpang

Apa itu Crosshijaber dan Kaitannya dengan Perilaku Seks Menyimpang – Media sosial tengah dihebohkan oleh kelompok crosshijaber. Apa itu? Crosshijaber adalah pria yang suka memakai baju muslim.

Model yang sering kali digunakan oleh mereka adalah model baju yang panjang dan lebar. Kadang, lengkap dengan hijab bahkan cadar. Sehingga tak ada satu orang pun yang tahu kalau mereka sebenarnya adalah seorang pria.

Apa itu Crosshijaber dan Kaitannya dengan Perilaku Seks Menyimpang

Namun, mereka para pria yang menyukai memakai pakaian baju muslim wanita mengaku tidak punya penyimpangan orientasi seksual.

Mereka bahkan memiliki komunitas. Salah satunya @crosshijaber di Instagram. Beberapa netizen yang pernah membukanya instagram milik komunitas crosshijaber, meng-capture dan membagikan di akunnya.

Fenomena ini ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak netizen khususnya wanita-wanita yang khawatir soal batasan-batasan penggunaan ruang umum khusus wanita, seperti toilet atau tempat wudu.

Salah satu karyawan swasta di Menteng, bernama Putri mengaku ketakutan kalau ke toilet karena bisa jadi mereka ada di dalam toilet dan merekeam aktivitas nya di toilet.

Namun, Putri mengaku bakal tutup mata ketika crosshijaber ini tidak memanfaatkan hijab tersebut untuk kejahatan.

“Itu urusuhan dia sama Tuhan,” kata Putri.

Nur, salah satu pengguna hijab, menolak adanya komunitas tersebut. Nur menilai, fenomena crosshijaber ini mencoreng hijab.

Nur. seorang karyawan swasta menuturkan “Hijab itu kan pakaian takwa, identitas. Jadi tidak boleh kalau dipakai oleh laki-laki. Setiap manusia harus sesuai fitrahnya dia,”

Dia juga khawatir, hijab akan dijadikan alat untuk melakukan kejahatan.

“Saya pernah mengalami sendiri soalnya. Dipepet ibu-ibu pakai hijab besar. Ternyata mau ambil barang saya,” lanjut Nur.

Oleh karena itu, dia berharap, penganut crosshijaber tidak menggunakan hijab ketika di tempat umum. Juga tidak menggunakan fasilitas umum untuk wanita.

“Karena kalau yang pakai hijab seperti saya, idnpoker beberapa bagian tubuh kan aurat ya. Nanti kelihatan sama mereka, dong,” kata Nur.

Menanggapi fenomena crosshijaber tersebut, Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) menganggap hal itu suatu tindakan yang diharamkan dalam ajaran Islam.

“Ajaran Islam sejatinya melarang keras pria menyerupai wanita dan wanita menyerupai pria karena secara takdir dan syariat pria dan wanita adalah berbeda,” tegas Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Zainut Tauhid saat dihubungi Liputan6.com, Senin (14/10/2019).

Menurut Zinut, Nabi Muhammad SAW sudah melarang hal ini sejak lama. Zainut mengatakan bahkan dalam beberapa hadis, beliau menyebutkan bahwa Allah SWT melaknat kaum pria yang menyerupai wanita dan sebaliknya.

“Larangan tersebut sejak pada zaman Rasulullah SAW sebagaimana haditsnya: ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan para wanita yang menyerupai laki-laki (HR. Imam Bukhori),'” kata Zainut.

Ia pun menghimbau kepada seluruh pihak untuk mewaspadai fenomena tersebut. Mengingat belum diketahuinya motif dari mereka yang melakukan hal itu.

“Fenomena crosshijaber perlu diwaspadai apa motif gerakan ini? Apakah sekedar mode saja ataukah ada motif lain, misalnya kriminal, teror atau ingin merusak citra hijab itu sendiri,” katanya.

Dianggap mencoreng hijab dan memicu tindak kejahatan

Sebelum membahas lebih lanjut soal transvestisme, akun komunitas crosshijaber yang sempat muncul di media sosial cukup mengkhawatirkan masyarakat.

Sebab, mereka bisa dengan mudah memanfaatkannya untuk melakukan tindak kejahatan terhadap perempuan, baik di ruang publik seperti toilet umum maupun di ruang pribadi.

Para hijabers menganggap bahwa perilaku komunitas crosshijaber melecehkan atau mencoreng hijab itu sendiri. Karena, pada dasarnya, hijab digunakan atau dipakai perempuan untuk menutup auratnya. Sedangkan pada pria pelaku crosshijaber, tidak mempunyai tujuan yang jelas, selain sekadar iseng, hobi, atau memuaskan keinginan pribadi.

Dari KlikDokter, dr. Sepriani Timurtini Limbong mencoba menanggapi fenomena tersebut. Menurutnya, memang ada dugaan bahwa para pria yang gemar memakai baju perempuan, dalam hal ini baju muslim, memiliki kelainan jiwa, sadar atau tanpa disadarinya. Perilaku crosshijaber tersebut dapat dimasukkan menjadi golongan parafilia atau sexual disorder.

Perilaku para crosshijaber tersebut juga dapat disebut sebagai transvestisme. Kelainan seksual disorder ini memang lebih sering terjadi pada pria atau biasa disebut dengan sebutan kaum adam.

Dr. Sepriani menjelaskan transvestisme adalah perilaku yang senang mengumpulkan baju dari lawan jenisnya, lalu memakainya juga di kehidupan nyata. Perlu diingat, transvestisme bukanlah transgender. Misalnya pada para crosshijaber, mereka tetap laki-laki yang suka dengan perempuan. Dr. Sepriani juga mengatakan para crosshijaber bisa mendapatkan kepuasan tersendiri saat melakukan hal tersebut.”

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.