Fri. Jul 3rd, 2020

Berita Media Sosial Online Hari Ini – Obsviolence

Obsviolence.com adalah Rangkuman Semua Berita Media Sosial Online Hari Ini Terbaik di Dunia

Dampak Negatif Media Sosial

4 min read

Dampak Negatif Media Sosial – Media sosial merevolusi pola interaksi sosial. Perubahan pola interaksi ini dapat dikatakan mengubah nilai-nilai tradisional yang telah tertata sebelumnya. Media sosial telah memengaruhi kehidupan sosial Anda – langsung atau tidak langsung sebagai penggunanya.

Berikut berbagai dampak media sosial terhadap kesehatan mental Anda. Menurut hasil penelitian sekitar tiga miliar orang atau mencapai 40 persen dari populasi dunia menggunakan media sosial rata-rata hampir dua jam setiap hari.

Saat media sosial memiliki peran yang begitu besar terhadap kehidupan penggunanya, tentu terdapat dampak yang ditimbulkan. Karena media sosial relatif masih baru, Facebook–yang menjadi media mainstream dunia–digunakan oleh 2,32 miliar pengguna aktif berdasarkan catatan pada 31 Desember 2018 lalu menjadi mayoritas penelitian mengenai media sosial.

Studi mengenai media sosial saat ini terus berkembang dan aneka penemuan mengenai perubahan interaksi antarmanusia ditemukan seiring dengan penggunaan media sosial yang semakin intens secara global. Media sosial bisa menimbulkan efek positif, tetapi penggunaan yang terlalu sering dalam jangka Panjang justru membuat Anda dapat merasa tidak bahagia bahkan terisolasi.

Berikut hasil penemuan dampak negatif dari media sosial yang bahkan mungkin tidak Anda sadari:

1. Stress

Pengguna melampiaskan berbagai hal melalui media sosial. Dari urusan kantor, dapur hingga politik. Kelemahannya adalah unggahan dari pengguna lebih menyerupai stres tidak berujung. Peneliti dari Pew Research Center melakukan studi apakah media sosial justru menyebabkan stres daripada menguranginya?

Pada studi yang dilakukan terhadap 1.800 orang, ditemukan bahwa perempuan lebih mengalami stres di media sosial daripada laki-laki. Media sosial Twitter berperan meningkatkan kesadaran pengguna terhadap tekanan yang dialami pengguna lainnya. Menariknya Twitter juga berfungsi untuk menanggulangi stres yang dialami pengguna. Semakin banyak perempuan yang memakai Twitter, semakin berkurang tingkat tekanan yang dialaminya.

Efek tersebut justru tidak ditemukan pada pria. Pada pengguna pria, para peneliti menemukan bahwa mereka memiliki hubungan yang lebih berjarak dengan media sosial. Menurut penelitian Pew, penggunaan media sosial terkait dengan stres pada pria memiliki tingkat yang lebih rendah.

2. Kepercayaan diri

Media sosial bisa menjadi sumber ketidakpercayaan diri. Hal tersebut ditemukan dalam studi yang dilakukan Universitas Kopenhagen. Banyak orang yang menderita “kecemburuan Facebook”. Menurut penelitian tersebut, mereka yang tidak menggunakan Facebook merasa lebih puas dengan kehidupan yang telah dijalani.

“Saat kita mendapatkan penghargaan berdasarkan apa yang kita lakukan secara relatif terhadap orang lain, kita menempatkan kebahagiaan kita dalam satu variabel yang sama sekali tidak dapat dikontrol,” kata Dr Tim Bono, pengarang buku When Likes Aren’t Enough.

3. Hubungan Antar manusia

Hubungan antarmanusia menjadi hal yang penting bagi kita sebagai makhluk sosial. Sayangnya interaksi serta komunikasi itu bisa menjadi sulit saat kita “terikat” dengan media sosial. Hubungan sosial antarmanusia digantikan dengan teman digital lewat media sosial.

Seorang mantan foto model Stina Sanders yang memiliki 107.000 followers di Instagram menjelaskan bagaimana media sosial membuatnya merasa terkucilkan.

“Saya tahu dari pengalaman bahwa saya merasa gelisah saat melihat foto-foto teman di sebuah pesta yang tidak saya hadiri. Dan hal itu bisa membuat saya merasa kesepian dan cemas,” kata Stina.

Sebuah studi yang dipublikasikan di Jurnal Epidemi Amerika yang meneliti 5.208 subjek menemukan bahwa secara umum penggunaan Facebook secara regular memiliki dampak yang negatif terhadap kesehatan penggunanya.

4. Daya ingat

Media sosial bisa menjadi tempat yang tepat untuk mengenang kejadian-kejadian masa lampau serta kenangan yang menyenangkan. Namun, media sosial juga dapat mendistorsi cara penggunanya mengingat kenangan dalam kehidupan mereka.

Banyak pengguna media sosial kini lebih menghabiskan waktu untuk mengambil gambar yang sempurna guna diunggah. Alih-alih membuat orang mengagumi pengalaman menikmati pada saat pertama secara langsung, media sosial justru membuat penggunanya melewatkan kesempatan langka tersebut.

“Kalau kita menghabiskan perhatian untuk mengambil gambar terbaik di media sosial untuk para pengikut agar mereka kagum, maka semakin sedikit (bagi kita) untuk menikmati berbagai aspek yang bisa dijalani di kehidupan nyata,” kata Dr Bono.

“Menghabiskan banyak waktu dengan ponsel kita akan mengurangi aspek-aspek pengalaman dan merusak kebahagiaan yang semestinya bisa kita dapatkan,” katanya.

5. Tidur

Dampak Negatif Media Sosial

Kehadiran media sosial telah mengganggu waktu tidur. Berdasarkan data dari Global Web Index, pengguna media sosial pada rentang umur 16-24 tahun menghabiskan waktu rata-rata tiga jam setiap harinya. Gangguan tidur terjadi karena penggunaan media sosial melalui ponsel saat akan tidur menyulitkan kita untuk terlelap. Salah satu saat terburuk mengakses media sosial adalah menjelang tidur.

“Rasa gelisah atau cemburu yang disebabkan oleh apa yang kita lihat di media sosial membuat otak dalam kondisi waspada. Kondisi itu membuat kita menjadi sulit untuk tidur. Selain itu cahaya dari ponsel dengan jarak hanya beberapa inci dari wajah membuat tubuh kesulitan melepaskan melatonin atau hormon yang membantu kita merasa lelah,” kata Dr Bono.

6. Gangguan Perhatian

Media sosial ternyata juga memengaruhi perhatian para penggunanya. Bahkan saat terjaga penuh, media sosial membuat para penggunanya kesulitan untuk berkonsentrasi secara penuh. Informasi yang tersedia di media sosial memang begitu melimpah, tetapi hal tersebut juga membuat kita jauh lebih mudah mengalihkan perhatian.

“Media sosial telah menyediakan godaan secara konstan dengan begitu banyaknya, hiburan yang dengan mudah bisa dijangkau,” kata Dr Bono.

Media sosial sering kali membuat penggunanya merasa “gatal” untuk melihat lini masa, status teman atau apa yang tengah menjadi tren. Inilah mengapa media sosial membuat penggunanya sulit untuk memfokuskan diri.

7. Kesehatan Mental

Dampak Negatif Media Sosial

Media sosial juga terbukti menjadi pemicu kesedihan, bahkan bisa berkembang menjadi masalah kesehatan mental seperti kegelisahan atau depresi. Hal itu terjadi apabila media sosial digunakan terlalu sering dengan tidak bijaksana.

Berdasarkan survei pada Maret 2018, dari 1.000 orang generasi Z, lebih dari sepertiganya menyatakan bahwa mereka meninggalkan media sosial untuk selamanya. 41 persen menyatakan bahwa platform media sosial membuat mereka merasa lebih gelisah, sedih, bahkan depresi.

Adalah Ben Jacobs, seorang disc jockey (DJ) yang memiliki lebih dari 5.000 pengikut di Twitter memutuskan untuk “berlibur” dari platform tersebut pada Januari 2016 dan menyatakan bahwa hal itu menguntungkannya.

“Twitter telah membuat saya merasa gelisah sepanjang waktu. Saya mengkhawatirkan diri saya sendiri mengenai perasaan ribuan orang asing yang mengikuti saya, sementara mereka tidak perlu mengetahui siapa saya sebenarnya,” kata Ben.

“Sejak absen dari Twitter, saya bisa berpikir dengan jernih dan memiliki banyak waktu untuk mencurahkan pekerjaan lain seperti bangun pagi dan membaca buku,” ujarnya.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.