Sat. Nov 23rd, 2019

Berita Media Sosial Online Hari Ini – Obsviolence

Obsviolence.com adalah Rangkuman Semua Berita Media Sosial Online Hari Ini Terbaik di Dunia

80 Detik hingga 19 Jam, Berikut Penerbangan Tersingkat dan Terlama yang Ada di Dunia

80 Detik hingga 19 Jam, Berikut Penerbangan Tersingkat dan Terlama yang Ada di Dunia

80 Detik hingga 19 Jam, Berikut Penerbangan Tersingkat dan Terlama yang Ada di Dunia – Menggunakan penerbangan pesawat komersial adalah menjadi salah satu opsi moda transportasi untuk bepergian menuju tempat yang jauh tetapi dalam waktu yang singkat. Tetapi ternyata, tidak hanya perjalanan jauh yang memiliki opsi perjalanan udara, melainkan juga perjalanan untuk jarak yang dekat.

Bahkan dalam beberapa kasus, meski perjalanan tersebut dekat, perjalanan itu hanya bisa ditempuh dengan jalur udara. Sementara dalam sisi lain, pihak maskapai udara terus berlomba-lomba untuk dapat memenuhi setiap permintaan rute penerbangan dari konsumen.

Salah satu cara pihak maskapai udara adalah dengan cara menawarkan rute penerbangan jarak jauh secara langsung tanpa transit meski harus menempuh waktu terbang yang sangat lama. Berikut ini adalah merupakan penerbangan tersingkat dan terlama yang ada di dunia:

1. Penerbangan Tersingkat di Dunia Hanya 80 Detik

Sebuah maskapai udara yang berada di Skotlandia, bernama Loganair, menawarkan rute penerbangan komersial paling singkat yang ada di dunia. Rute penerbangan itu menghubungkan antara dua pulai di Kepulauan Orkney, utara Skotlandia. Penerbangan yang singkat antara Pulau Westray dan Pulau Papa Westray yang menempuh jarak sekitar 2,7 kilometer itu dapat ditempuh dengan pesawat hanya dalam 80 detik hingga 90 detik. Loganair, maskapai penerbangan regional yang berada di Skotlandia, didirikan pada tahun 1962 dan berkantor di Bandar Udara Internasional Glasgow di Paisley, Renfrewshire, Skotlandia. Selain penerbangan singkat antara Westray dan Papa Westray, juga terdapat rute yang tidak kalah singkat, yaitu penerbangan antara Pulau Eday dengan Pulau Kirkwall yang menempuh waktu terbang sekitar 10 menit. Kedua penerbangan singkat tersebut biasanya dilakukan berurutan menggunakan pesawat Britten Norman BN2B-26 Islander yang mampu membawa hanya delapan penumpang.

2. Penerbangan tersingkat lainnya adalah penerbangan antara dua desa di Papua Jarak antara dua desa yang terletak di pegunungan Papua ini hanya sekitar 2,4 kilometer. Akan tetapi perjalanan menggunakan jalur darat hampir tidak mungkin dilakukan. Desa Kegata dan Desa Apowo di Papua, Indonesia, dipisahkan oleh hutan lebat dan lereng-lereng gunung yang curam, sehingga jalur darat hanya akan menjadi perjalanan yang sulit dan berbahaya. Tetapi dengan jalur udara, menggunakan pesawat Pilatus PC-6 Turbo Porter yang berkapasitas 10 penumpang, warga bisa sampai ke desa tujuan lebih cepat. Landasan pesawat di kedua desa juga cukup pendek, yakni hanya 350 meter di desa Kegata dan 400 meter di desa Apowo.

3. Penerbangan komersial terlama yang ada di dunia, hampir 18 Jam penerbangan komersial terpanjang di dunia ditawarkan oleh maskapai Singapore Airlines yang menghubungkan rute dari Singapura menuju New York, AS. Penerbangan komersial dengan jarak yang jauh ini secara langsung dan terpanjang di dunia ini pertama kali dilakukan pada 11 Oktober 2018, dengan lama waktu terbang mencapai 17 jam 52 menit. Penerbangan komersial terpanjang di dunia ini menggunakan pesawat Airbus A350-900ULR (Ultra Long Range) terbaru. Pesawat komersial ini akan dikonfigurasikan ke dalam dua kelas, dengan 67 kursi Business Classs dan 94 kursi Premium Economy Class.

4. Uji Coba Penerbangan yang memakan waktu 19 Jam dari New York ke Sydney Selain Singapore Airlines yang telah resmi menawarkan rute penerbangan hingga lebih dari 17 jam, maskapai Australia, Qantas, kini tengah mengujicobakan penerbangan yang menempuh waktu 19 jam. Qantas Airlines kini menguji coba penerbangan komersial jarak jauh terlama dari New York menuju Sydney, yang menempuh jarak sekitar 16.000 kilometer melintasi Pasifik Uji coba akan dilakukan sebanyak tiga kali dengan penerbangan yang pertama dijadwalkan berangkat dari New York pada Jumat (18/10/2019) dan direncanakan tiba di Australia pada Minggu (20/10/2019) waktu setempat. Dalam penerbangan uji coba tersebut, para peneliti akan memantau efek penerbangan panjang tanpa henti selama 19 jam itu terhadap para penumpang dan kru pesawat. Untuk penerbangan perdana, pesawat Boeing 787-9 akan membawa hingga 40 orang, penumpang dan kru, yang kebanyakan adalah karyawan maskapai Qantas Airlines. Jumlah dari penumpang Qantas Airlines tersebut telah dibatasi guna meminimalkan bobot di atas pesawat demi memaksimalkan jangkauan bahan bakar bagi pesawat tanpa melakukan pengisian ulang.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.