Heboh Larangan Ucapan Natal di Toko Roti

Heboh Larangan Ucapan Natal di Toko Roti – Larangan penulisan ucapan Natal hingga Imlek yang terpasang di salah satu cabang toko roti TOUS les JOURS bikin heboh. Belakangan, miskomunikasi jadi alasan pihak manajemen.

Kehebohan ini berawal saat ada foto viral yang memperlihatkan ada aturan bahwa toko tidak boleh menulis ucapan atau sesuatu yang bertentangan dengan syariat Islam, di antaranya ucapan Selamat Natal, Imlek, hingga Valentine dan Haloween. https://www.lovelessrealty.com/

Berikut isi peraturan yang viral itu:

PERATURAN PENULISAN UCAPAN CAKE

Referensi: Sistem Jaminan Halal-Produk- Profil produk tidak boleh menjual sesuatu yang tidak sesuai syariat Islam.

Store tak boleh menulis di atas cake ucapan atau sesuatu yang bertentangan dengan syariat Islam seperti

1. Ucapan Selamat hari besar agama, misalnya ucapan Natal, Imlek dll

2. Perayaan yang tidak sesuai dengan syariat Islam, misal: valentine, haloween, dll

Store tak diperbolehkan menulis di atas cake ucapan seperti:

1. Ucapan selamat untuk hari jadi, misalkan pernikahan, promosi jabatan, dst

2. Perkataan yang tidak bertentangan dengan syariat Islam, misal: I Love U, you’re the best

Netizen pun ramai membahas peraturan itu. Atas viralnya foto dan video itu, TOUS les JOURS memberikan klarifikasi.

Heboh Larangan Ucapan Natal di Toko Roti

Simak pembahasannya:

Klarifikasi TOUS les JOURS

TOUS les JOURS menegaskan hal itu bukan peraturan resmi dari manajemen. Pihaknya juga meminta maaf atas hal ini.

Berikut pernyataan lengkap dari TOUS les JOURS

Pengumuman Klarifikasi

Jakarta, 22 November 2019

Dengan beredarnya video, foto atau informasi lainnya tentang “Peraturan Penulisan Ucapan Cake” yang terjadi di salah satu outlet kami, dengan ini manajemen TOUS les JOURS Indonesia menyampaikan beberapa hal sebagai berikut:

1. Bahwa terkait peraturan penulisan ucapan cake sebagaimana yang terlihat pada video, foto dan/aau informasi lainnya yang sedang ramai beredar, bukan merupakan peraturan resmi yang dikeluarkan oleh manajemen kami;

2. Dalam menjalankan usaha kami di Indonesia, kami sangat mengedepankan toleransi keberagaman suku, agama, ras, budaya dan/atau antar golongan;

3. Kami mohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang terjadi dan kami sangat berterima kasih atas dukungan serta kepercayaan semua pihak kepada TOUS les JOURS selama ini

Demikian klarifikasi ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerjasama semua pihak, kami ucapkan terima kasih

Hormat kami,

Manajemen TOUS les JOURS Indonesia

Ada Miskomunikasi

Manajemen TOUS les JOURS menyebut aturan penulisan ucapan cake yang sempat terpasang di salah satu cabang toko kue TOUS les JOURS bukan resmi dari manajemen. Pemasangnya disebut karyawan toko di Pacific Place.

“Perlu kita luruskan di sini, bahwa peraturan yang viral itu yang sedang berkembang, bahwa itu bukanlah kebijakan dari kebijakan manajemen kami, itu bukan sama sekali,” kata Marketing Manager Tous les Jours, yang bernama Kathy Syahrizal saat ditemui di Kantor Manajemen TlJ, di Menara Jamsostek, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

“Ada tim kita dari Pacific Place, tapi hal itu juga sudah kita luruskan,” ucap Kathy saat ditanya kembali soal siapa yang memasang aturan itu.

Dia mengatakan terdapat masalah miskomunikasi yang menyebabkan munculnya hal ini. Dia menegaskan manajemen TOUS les JOURS tak pernah meminta toko untuk memasang aturan soal penulisan ucapan di cake.

“Ada miskomunikasi antara pihak store kita dan dari intenal manajemen kami. Jadi sebenernya kita tidak pernah mengeluarkan itu tapi tiba-tiba ya sudah terpasang seperti itu,” ujarnya.

Pendisiplinan ke Pemasang Aturan

Manajemen mengaku telah melakukan ‘pendisiplinan’ ke pemasang aturan tersebut. Aturan itu hanya sempat terpasang di cabang Pacific Place.

“Jadi terdapat miskomunikasi untuk masalah penyampaian dan penerimaan informasi internal kami, maka hal tersebut bisa terjadi. Tapi sudah kami tindak lanjuti, kita juga sudah melakukan pendisplinan, dan sudah meluruskan komunikasi yang ada dan dapat dipastikan itu bukanlah arahan dari manajemen kami,” kata Marketing Manager TOUS les JOURS, Kathy Syahrizal.

Saat ditanya kembali tentang bentuk pendisiplinan yang diberikan kepada tim terkait, Kathy tidak merincinya. Dia hanya menyebut pendisiplinan itu diberikan ke seluruh tim.

“Kita juga nggak terlalu terburu-buru, kita mau lihat bentuk dari alur komunikasi itu seperti apa, dan juga kita sudah melakukan pendisiplinan. Terhadap seluruh tim yang ada,” ujar Kathy.

Aturan yang Viral Sudah Dicopot

Manajemen dari TOUS les JOURS memastikan aturan penulisan ucapan cake yang viral telah dicopot. Toko kue itu juga menjamin tetap mengakomodir semua permintaan bentuk ucapan, termasuk tulisan ucapan selamat Natal hingga Imlek di kue mereka.

“Pelanggan dapat datang ke store kami, bisa lihat, mau request apapun kita bisa akomodasi dengan apa yang sesuai request dari costumer,” kata Marketing Manager TOUS les JOURS, Kathy Syahrizal, saat ditemui di kantornya, Menara Jamsostek

Selain itu, Kathy mengungkapkan bahwa tidak benar viralnya aturan pelarangan tersebut terjadi di sejumlah toko. Dia mengatakan pelarang ucapan yang viral tersebut hanya ada di salah satu toko saja.

“Ini perlu kita luruskan, ini katanya ada dibilang di salah satu store kita, pas kita zoom ternyata beda, beda isinya. Pas kita zoom ini bukan yang sekarang sedang viral,” imbuhnya.

Kathy pun mengatakan tulisan pelarangan ucapan sudah tidak ada di toko TOUS les JOURS mana pun. Dia mengatakan pihak manajemen sudah menurunkan tulisan tersebut.

“Sudah (tidak ada tulisan pelarangan), sudah nggak ada di mana pun juga sih,” katanya.

Tak Terkait Sertifikasi Halal

Dalam foto yang viral, tampak ada aturan bahwa toko tidak boleh menulis ucapan atau sesuatu yang bertentangan dengan syariat Islam, di antaranya ucapan Selamat Natal, Imlek, hingga Valentine dan Haloween. Yang diizinkan ialah ucapan selamat hari jadi atau perkataan yang tidak bertentangan dengan syariat Islam.

“Referensi: Sistem Jaminan Halal Produk Profil produk tak boleh menjual sesuatu yang tidak sesuai syariat Islam,” demikian tulisan di awal peraturan.

Referensi yang dimaksud bisa jadi ialah UU Jaminan Produk Halal (JPH). Pasal 1 UU JPH menjelaskan pengertian dari produk halal hingga peran-peran dalam penyelenggaraan Jaminan Produk Halal yang dimaksud di UU itu. Produk yang dimaksud ialah barang atau jasa yang terkait dengan makanan, minuman, obat, kosmetik, produk kimiawi, produk biologi, produk rekayasa genetik, serta barang gunaan yang dipakai, digunakan, atau dimanfaatkan oleh masyarakat. Definisi produk halal juga disebutkan.

“Produk Halal ialah Produk yang telah dinyatakan halal sesuai dengan syariat Islam,” demikian bunyi pasal 1 UU JPH.

Masih di pasal 1, dijelaskan pula yang dimaksud dengan proses produk halal. Proses produk halal (PPH) itu mulai dari penyediaan bahan hingga penyajian produk.

“Proses Produk Halal yang disingkat PPH ialah rangkaian kegiatan untuk menjamin kehalalan Produk mencakup penyediaan bahan, pengolahan, penyimpanan, pengemasan, pendistribusian, penjualan, dan penyajian Produk,” demikian bunyi UU JPH.

Meski demikian, Manajemen toko kue tersebut menepis munculnya aturan yang viral itu ada kaitannya dengan upaya mereka mendapatkan sertifikasi halal.

“Kami memang saat ini sedang dalam proses audit sertifikasi halal, tetapi hal ini tidak berhubungan dengan mendapatkan sertifikasi tersebut,” kata Marketing Manager TOUS les JOURS, Kathy Syahrizal

Tak Terkait Sandrina Malakiano

Sandrina Malakiano angkat bicara usai namanya dikait-kaitkan dengan viralnya aturan penulisan ucapan cake yang sempat terpasang di salah satu cabang toko kue TOUS les JOURS (TLJ). Sandrina mengatakan, dirinya juga suaminya Eep Saefulloh Fatah, sama sekali tidak terkait dengan toko kue tersebut.

Sandrina Instagram-nya @smalakiano mengunggah tangkapan layar percakapan netizen di media sosial. Di situ, ia disebut-sebut menjabat direktur di TOUS les JOURS. Mantan news anchor ini pun membantah isu tersebut.

Berikut penjelasan lengkap Sandrina Malakiano:

Bantahan untuk hoax yang beredar

1. Seluruh informasi yang mengaitkan saya, Sandrina Malakiano, dan suami saya, Eep Saefulloh Fatah dengan Tous le Jours (TLJ)–entah sebagai pemilik, direktur, pemilik franchise salah satu gerainya, dll–tidak benar sama sekali. Itu sepenuhnya hoax.

Saya tidak punya kaitan apapun dengan TLJ. Bahkan, sekadar sebagai pelanggan pun bukan.

2. Oleh karena itu, kabar yang beredar tentang sikap intoleran manajemen TLJ terhadap pemeluk-pemeluk agama tertentu, tak ada kaitan apapun dengan saya (dan suami).

3. Saya dan suami tidak sependapat dengan sikap-sikap intoleran semacam itu. Hingga saat ini, kami hidup, berteman, bersahabat bahkan berkerabat/berkeluarga dengan pemeluk agama yang beragam dengan terus memegang prinsip saling hormat, saling percaya dan saling menjaga hak dan kewajiban masing-masing.

Gebrakan Out of the Box Dinanti Agar Staf Khusus Jokowi Tak Sekadar Jadi Etalase

Gebrakan Out of the Box Dinanti Agar Staf Khusus Jokowi Tak Sekadar Jadi Etalase – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan staf khususnya yang baru pada Kamis, 22 November 2019. Beberapa di antaranya berasal dari kalangan milenial. Mereka ialah anak-anak muda yang berprestasi baik di kancah nasional maupun internasional. Usia mereka dalam rentang 23 tahun hingga 36 tahun.

Tujuh anak muda ini diberi tugas khusus, yaitu mengembangkan inovasi di segala bidang. Jokowi berharap mereka memberi gagasan segar yang inovatif, sehingga dapat mencari cara baru menuju Indonesia maju. https://www.lovelessrealty.com

“Cara-cara yang out of the box, yang melompat untuk kejar kemajuan negara kita,” kata Jokowi.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko sebenarnya berharap para anak muda ini menjadi jembatan antara Istana dan publik, senior dan junior serta jembatan antara orang yang gagap teknologi dan memiliki pemikiran yang maju tentang teknologi.

Gebrakan Out of the Box Dinanti Agar Staf Khusus Jokowi Tak Sekadar Jadi Etalase

“Agar istana tidak menjadi menara gading maka perlu ada penjembatan. Penjembatan ini anak-anak muda di mana sekarang milenial ini jumlahnya sangat banyak, pemikirannya advance, kita kadang-kadang kaget dengan pemikiran itu. Oleh karena itu harus terakomodasi dengan bagus,” ujar Moeldoko.

Menurut Moeldoko, pemerintah tidak bisa menutup diri atas pikiran anak muda. Menurut dia, anak muda yang berprestasi justru memiliki sisi kebangsaan yang tinggi. Dengan demikian, kata Moeldoko, mereka harus dilibatkan dalam pembangunan nasional.

Lingkaran dalam Istana kali ini juga ditengarai cukup besar dibanding periode pemerintahan Jokowi yang lalu. Menurut Moeldoko pemerintahan Jokowi saat ini memang membutuhkan orang yang cukup banyak, agar lebih banyak hal yang bisa dicapai.

“Ada teori efektivitas dan efisiensi. Jadi walau pun kita ngeluarin 1.000 tapi hasilnya sedikit, kita mendingan keluarin 2.000 tapi hasilnya banyak,” kata dia.

Kemudian, dengan personel yang cukup banyak, kata Moeldoko diharapkan bisa lebih cepat mencapai sasaran yang ditentukan. “Ciri-ciri kepemimpinan presiden adalah speed, yaitu waktu yang cepat. Waktu yang cepat memerlukan sumber daya,” ujar Moeldoko.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera juga mengapresiasi keputusan Jokowi menggandeng anak muda dan disabilitas untuk masuk ke lingkaran istana. Namun, dia berharap posisi staf khusus ini tidak tumpang tindih dengan struktur yang ada.

Mardani berharap Jokowi segera membuat aturan mengenai tugas para staf khusus ini. 

“Tapi tanpa kejelasan tupoksi, bisa jadi aksesoris semata. Sudah ada KSP (Kantor Staf Presiden). Makanya segera perjelas KPI (Key Performance Indicator) dan tupoksinya. Niat baik harus didukung dengan ekosistem dan tupoksi yang sesuai. Jika tidak sayang, cuma aksesoris,” ujar Mardani.

Sementara, Politikus PKS lainnya, Aboe Bakar Alhabsyi mengatakan posisi staf khusus presiden ini sangat strategis. Mereka, kata dia yang akan merealisasikan janji presiden saat kampanye. Oleh karenanya, ujar dia, pengangkatan staf khusus sebenarnya ditujukan untuk lebih meningkatkan pelaksanaan tugas-tugas Presiden.

“Yang jadi pertanyaan, apakah para milenial ini sudah paham betul dunia kerja, sehingga mereka mampu menjalankan tugas berat tersebut. Jangan sampai keberadaanya hanya enak dilihat, bagus buat berita, namun kedodoran dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya,”

Sementara Wakil Ketua Partai Gelora Fahri Hamzah menyebut seharusnya posisi stafsus diduduki oleh orang-orang yang memiliki kapasitas.

Fahri mengatakan tujuh staf khusus muda yang dipilih hanya untuk pajangan atau etalase dan tidak mewakili anak muda keseluruhan.

“Mungkin presiden tidak punya terminologi lain yang digunakan untuk memilih orang sehingga menggunakan terminologi staf khusus, maka mungkin juga fungsinya dibuat lain. Mungkin ini semacam etalase, yang dalam bahasa umum dianggap sebagai duta dari anak muda milienal,” ujarnya.

Fahri menyambut baik Jokowi memilih kalangan muda, namun ia melihat yang dipilih hanya kalangan melek digital bukan sektor riil.

“Tapi sayangnya semua hanyalah wajah digital, sementara digital itu menurut saya bukanlah persoalan dasar bangsa Indonesia. Persoalan dasar bangsa Indonesia adalah sektor riil, apa yang kita produksi sendiri, apa yang kita makan kita pakai, tanam, apa yang kita gunakan sehari-hari yang pertumbuhan ekonomi digital tidak menjamin surplusnya sektor produksi,” jelasnya.

Mantan Wakil Ketua DPR RI itu berharap Jokowi juga menarik anak muda dari desa yang bergerak di sektor riil seperti pertanian.

“Harus ada anak muda yang didorong karena ia jadi petani, entrepreneur sektor manufaktur atau industri riil. Sehingga, kalau dia dimaksud etalase untuk mendorong anak muda maka etalase lengkap tidak sepihak, tidak pincang, tidak maya atau digital saja. Bisa membuat orang hanya mimpi,” katanya.

“Sebenarnya anak yang dipilih bukanlah anak yang bisa ditiru oleh seluruh masyarakat Indonesia yang mayoritas masih hidup di pedesaan dan daerah. Sementara anak ini kebanyakan anak perkotaan yang tumbuh dengan teknologi dan pengetahuan yang lebih dari yang lainnya,” Fahri menandaskan.

Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Djayadi Hanan menilai ketujuh milenial ini mumpuni untuk menjadi staf khusus presiden. Sebab, kata dia, mereka memiliki karya dan prestasi. Misalnya, Dwi Ayu Kartika yang mempelopori Sabang Merauke untuk menanamkan nilai-nilai toleransi. Kemudian ada pula program sukses di bidang pendidikan bernama Ruang Guru yang dibidani oleh Adamas Belva Syah Devara.

Selain itu, latar belakang pendidikan mereka juga sangat tinggi dan berasal dari universitas ternama di dunia.

“Jadi kalau melihat karya-karya itu mereka adalah orang yang bisa menunjukkan bahwa mereka dapat melakukan sesuatu di bidangnya jadi dari segi pendidikan semuanya tinggi bahkan dari pendidikan luar negeri seperti universitas-universitas top dunia seperti Harvard, MIT dan sebagainya,” kata Djayadi

Sehingga, kata dia, jika dilihat dari karya dan latar belakang pendidikannya, publik bisa berharap mereka dapat membantu memberi masukan kepada presiden.

Selain itu, kata dia, Presiden Jokowi juga membutuhkan para milenial untuk memberikan masukan tentang terobosan-terobosan untuk membantunya untuk melakukan tranformasi ekonomi.

“Memang kan salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah generasi milenial, transformasi Indonesia itu tidak akan berhasil dengan sukses kalau generasi milenial tidak terlibat dan tidak menjadi salah satu target utama,” ujar dia.

Djayadi mengatakan tugas staf khusus hanya memberikan gagasan dan juga masukan kepada Presiden. Djayadi mengatakan mereka tidak memiliki birokrasi untuk mengeksekusi program.

“Stafsus memberi gagasan, saran, membantu presiden menganalisis masalah, membantu presiden soal info apa yang diperlukan dan seterusnya. Eksekusinya kan bukan di stafsus tapi di menteri,” kata dia.

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Aisyah Putri Budiarti yakin Presiden Jokowi tidak asal-asalan menunjuk staf khusus. Namun begitu, perempuan yang karib disapa Puput ini berharap para staf khusus ini bisa terbuka menyampaikan kepada publik apa target mereka serta gagasan yang disampaikan kepada Jokowi.

“Mereka kan bukan orang yang biasa bekerja di bidang politik pemerintahan mereka notabene adalah CEO. Kita harus lihat ke depannya mereka apakah akan mampu mengemban tugas atau tidak. Jika tidak mampu kita harus mencari hal apa saja yang menyebabkan ketidakmampuan tersebut,” ujar Puput

Sebab menurut Puput, staf khusus sebelumnya kurang berkomunikasi dengan media. Sehingga publik tidak mengetahui apa saja gagasan mereka dan mana yang digunakan Jokowi.

Puput berharap stafsus saat ini dapat membantu presiden memberikan gagasan yang segar dan baru. Puput juga berharap mereka bisa membuktikan diri bahwa mereka mampu dan lepas dari bayang-bayang orangtua.

“Sejauh ini kan ada beberapa dari mereka yang dikait-kaitkan dengan orangtua, Nah mereka harus membuktikan bahwa hal tersebut tidak benar, dipilihnya mereka bukan lah karena kaitan orangtua melainkan memang punya kualitas,” Puput menandasi.

 Tujuh staf khusus dari kalangan milenial telah dipilih Presiden Jokowi. Selama lima tahun ke depan mereka akan membantu jalannya roda pemerintahan Jokowi dan Ma’ruf Amin hingga 2024 mendatang.

Meski muda, karier ketujuh stafsus Jokowi ini terbilang sukses di bidangnya masing-masing. Berikut profil singkat ketujuh staf presiden Jokowi yang baru:

1. Andi Taufan Garuda Putra, lulusan Harvard Kennedy School. Pria 32 tahun itu diketahui CEO Amartha, perusahaan teknologi finansial yang menghubungkan pendana di perkotaan dengan pengusaha mikro di pedesaan melalui teknologi.

Jokowi mengungkapkan alasan dirinya memilih Andi Taufan sebagai staf khusus. Menurut dia, Andi adalah sosok pengusaha yang sangat memahami bidang Fintech serta mempunyai segudang inovasi di sektor UMKM.

2. Gracia Billy Mambrasar merupakan putra dari Tanah Papua. Dia merupakan pendiri yayasan Kitong Bisa yang berdiri pada tahun 2009. Yayasan ini memfokuskan pada pendidikan anak-anak Papua.

Kitong Bisa mempunyai arti kita bisa, dengan kata lain semua anak-anak Papua bisa meraih pendidikan meski berasal dari keluarga miskin.

Melalui Kitong Bisa, Billy ingin memberikan akses pendidikan untuk anak-anak tidak mampu, khususnya di Papua dan Papua Barat. Sejumlah pelatihan keterampilan juga diselenggarakan.

Saat ini, Kitong Bisa melalui usaha sosialnya, mengoperasikan sembilan pusat belajar dengan 158 relawan dan 1.100 anak.

Sekitar 20 di antara anak didiknya menempuh ilmu di sejumlah perguruan tinggi ternama dunia. Lainnya, ada yang menjadi pengusaha dan juga bekerja di sejumlah perusahaan.

3. Angkie Yudistia merupakan pendiri pusat pemberdayaan ekonomi kreatif untuk disabilitas Indonesia yang bernama Thisable Enterprise sejak 2011 lalu.

Thisable Enterprise memiliki misi untuk memberdayakan disabilitas Indonesia secara ekonomi di dunia tenaga kerja.

Perempuan penyandang tungarungu ini merasa bangga bisa mewakili teman-teman berkebutuhan khusus lainnya di Indonesia .

4. Putri Indahsari Tanjung merupakan putri pengusaha dari Chairul Tanjung yang lahir pada 22 September 1996.

Dia adalah sarjana Academy of Art di San Fransisco. Pada usia 15 tahun, Putri Indahsari Tanjung sudah aktif menjadi CEO Creativepreneur dan Chief Officer Kreatif.

Menurut Putri, Creativepreneur adalah penyedia event untuk menyebarkan virus entrepreneur bagi anak muda.

5. Adamas Belva Syah Devara atau biasa dikenal dengan nama Belva Devara berhasil meraih gelar ganda, yaitu MBA (Master of Business Administration) Stanford University dan Harvard University dengan jurusan Public Policy.

Usai menyelesaikan studinya, pada 2016 ia kembali ke Tanah Air demi fokus membesarkan Ruangguru yang sebelumnya telah dikelola oleh Iman Usman.

Belva Devara masuk dalam daftar 30 pengusaha muda paling berpengaruh di Asia oleh Forbes Magazine pada 2017.

Saat ditanya mengapa memilih bidang pendidikan untuk pekerjaannya, Belva menjawab, “Tingkat kenaikan diukur dari pendidikan. Pendidikan itu penting. Saya sekarang bisa sampai seperti saat ini karena termasuk orang yang peduli dengan pendidikan. Satu-satunya cara untuk menuntut juga hanya dengan pendidikan.”

Kini kesibukan di Ruangguru menjadi rutinitas Belva sehari-hari, tepatnya sejak dia menjadi founder Ruang Guru.

6. Ayu Kartika Dewi adalah lulusan pascasarjana Duke University Fuqua School of Business, Amerika. Dia berhasil sekolah dan lulus dari universitas tersebut dengan beasiswa Keller Scholarship dan Fulbright Scholarship.

Di usia 27 tahun kariernya terbilang cemerlang. Perempuan berjhijab ini juga memegang jabatan Manajer Consumer Knowledge Procter and Gamble (P&G) cabang Singapura.

Dia sekaligus sebagai Initiator dan Co-Founder dari organisasi SabangMerauke. Organisasi tersebut menyelenggarakan program pertukaran pelajar antardaerah di Indonesia.

Ayu mendirikan organisasi ini sekitar 2010-2011 diilhami dengan pengalamannya ketika menjadi guru SD di pelosok Maluku Utara. Saat ini Ayu menjabat sebagai mentor pada Board of Directors SabangMerauke.

7. Aminuddin Ma’ruf adalah Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) periode 2014-2016. Aminuddin terpilih dalam kongres yang digelar di Jambi, pada 30 Mei sampai 10 Juni 2014.

Sebelum menjadi ketua umum PMII, Aminuddin dipercaya sebagai Ketua Biro Pemberdayaan Ekonomi.

Aktif dalam berorganisasi tak menjadi penghalang bagi pria kelahiran Karawang ini untuk menimba ilmu setinggi langit.

Kader PMII yang diusung oleh cabang Jakarta Timur ini berhasil menyelesaikan pendidikan SI nya di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Semetara, S2 nya dilanjutkan di Universitas Trisakti Jakarta.

Setelah tak lagi menjadi Ketua PMII, Aminuddin Ma’ruf pernah didapuk menjadi Sekretaris Jenderal Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi) dalam pemilihan umum Presiden Indonesia 2019.